|
Wilayah pegunungan Papua memiliki pemandangan yang menakjubkan.
Wisatawan dari seluruh dunia suka berkunjung mengelilingi pulau
ini. Mereka menggunakan pesawat kecil yang disebut Pilatus
Porter. Ini pesawat kecil yang handal. Pesawat tersebut mampu
mengangkut barang hingga 1 ton metrik atau 10 penumpang. Pesawat
Pilatus dibuat di Switzerland. Meskipun beberapa kecelakaan yang
berkaitan dengan Pilatus Porter telah terjadi di Papua,
masyarakat masih menggunakan pesawat itu. Mereka meyakini bahwa
kecelakaan-kecelakaan itu kebanyakan disebabkan oleh cuaca buruk.
Pilatus Porter dapat mendarat dan lepas landas di lapangan
terbang yang tidak terlalu bagus. Jarak yang dibutuhkan pesawat
untuk mendarat kira-kira 315 meter. Lapangan terbang yang pendek
seperti itu bisa ditemukan di banyak desa di Papua. Kebanyakan
hanya ditutupi rumput.
Sebenarnya, menurut pabrik pembuat Pilatus Porter, pesawat itu
bisa dioperasikan pada lapangan salju dan dilaut. Jika
dilengkapi dengan pelampung amfibi, pesawat bisa mendarat dan
lepas landas dari permukaan air.
Di
samping dipakai sebagai alat transportasi di Papua, Pilatus
Porter dapat digunakan untuk berbagai misi seperti ambulans,
ski, operasi padang pasir dan semak-semak. Pesawat ini mampu
menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan, mata-mata,
patroli, pengawasan perbatasan, dan penerjunan payung.
Orang
menyukai Pilatus Porter karena pesawat tersebut memiliki
kemampuan STOL yang unik. STOL singkatan dari Short Take Off
and Landing atau Lepas Landas dan Pendaratan Pendek.
Bilamana suatu lapangan terbang tidak terlalu baik, dan sangat
pendek untuk pesawat lain, Pilatus Porter dapat mendarat di
situ. Di samping itu, dengan sayap yang tinggi dan jarak
baling-baling ke tanah yang besar, Pilatus Porter PC-6 lebih
aman dari kerusakan oleh lapangan terbang yang kasar.
Kemampuan PC-6 yang baik tersebut membuat pesawat ini menjadi
alat transportasi pilihan bagi masyarakat di Papua. Oleh
Charles Roring
di Manokwari Papua Barat – Indonesia. |