|
Jalan-jalan Sepanjang
Gang-gang Kyoto
Para
pelancong di seluruh dunia suka datang ke Kyoto, sebuah kota
kuno Jepang, untuk menikmati keindahan alam kota dan budaya
masyarakat Jepang. Kyoto pernah menjadi ibu kota kekaisaran
Jepang. Sekarang ia adalah kota pariwisata.
Jika
Anda bepergian di sekitar kota, Anda akan melihat bahwa
rumah-rumah kayu di sana masih terawat dengan baik. Kyoto
memiliki banyak aktivitas yang sangat dinikmati para wisatawan
baik di siang maupun di malam hari. Seniman-seniman Jepang dari
segala penjuru negara itu pindah dan tinggal di kota itu. Mereka
memilih menetap di Kyoto karena mereka yakin bahwa kota ini
adalah pusat seni dan budaya Jepang.
Kyoto
memiliki banyak gang. Setiap gang memiliki karakteristiknya
sendiri. Ketika Anda berjalan melewatinya dan berbicara dengan
penduduk kota, Anda akan menemukan banyak hal-hal baru yang
berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan orang Jepang. Dari
penjual madu hingga seniman grafis, orang-orang muda Jepang ini
mencoba tinggal rukun dan damai bersama tetangga lain dan
mencari nafkah dengan cara memanfaatkan talenta seni dan
ketrampilan mereka.

Kebanyakan lorong-lorong Kyoto sempit. Anda tidak mengemudikan
mobil melaluinya. Lebih baik Anda berjalan atau mengendarai
sepeda. Jangan lupa membawa peta khusus untuk hal itu.
Lorong-lorong tersebut berhubungan satu sama lainnya membentuk
suatu jaringan yang rumit.
Kehidupan malam Kyoto juga menarik. Anda bisa menikmati makan
hidangan laut dan minum sake di salah satu bar yang menyediakan
makanan dan minuan dengan harga yang terjangkau. Lorong dan
rumah kau merupakan struktur tak-terpisahkan yang membentuk
Kyoto sebagai kota budaya masyarakat Jepang.
Dewasa ini, Kyoto terus memainkan peranannya dalam industri
pariwisata Jepang dengan menarik jutaan pelancong, menyediakan
pekerjaan serta inspirasi bagi seniman-seniman dan pencinta seni
yang membuat Kyoto sebagai rumah mereka. oleh
Charles Roring
di Papua Barat - Indonesia.
Also
read: Traveling Along the
Alleyways of Kyoto |