|
J-Melo Jendela Menuju Musik Jepang
oleh
Charles Roring
Musik
adalah bahasa yang universal. Setiap orang suka mendengar musik.
Musik dapat menenangkan dan menghibur hati kita khususnya ketika
kita sedang sedih. Musik dapat pula memberi semangat kepada kita
selama masa-masa sulit. Ada banyak program di radio dan televisi
tentang musik, salah satu di antaranya adalah J-Melo. Ini adalah
sebuah program khusus dari stasiun TV pemerintah Jepang - NHK
World.

Dua
orang gadis cantik menjadi pembawa acara program itu. Mereka
juga adalah penyanyi yang memiliki suara indah. Mereka berbicara
bahasa Inggris dengan fasih sehingga kita tidak akan menemui
kesulitan dalam mengikuti J-Melo. Pada episode terkini yang saya
tonton, sang presenter membawa kita ke studio Radio Jepang dan
bercakap-cakap dengan para staff di sana. Salah satunya adalah
seorang penyiar radio dari Marocco untuk Bahasa Arab. Saya lupa
namanya. Saya hanya tahu bahwa wanita itu cantik. Dia berkata
bahwa dia suka musik Jepang dan membawa presenter J-Melo itu ke
Le-Maghreb, sebuah restoran unik Maroko yang menyediakan
hidangan berbumbu. Le-Maghreb artinya Matahari Terbenam. Di sana,
presenter J-Melo dan penyiar radio Jepang itu menikmati makanan
lezat dan menonton tari perut.

Setelah itu, presenter J-Melo berbicara dengan seorang penyiar
lagi dari Indonesia. Dia berkata bahwa dia menyukai Kiroro. Dia
adalah penyanyi yang membawakan lagu "Mirai E" yang artinya "Ke
Masa Depan." Lagu ini pernah menduduki peringkat atas di anak
tangga musik dunia beberapa tahun yang lalu. Kemudian J-Melo
memutar lagu itu untuk pemirsa NHK World. Banyak orang di
seluruh dunia suka musik Jepang. Mungkin kita tidak sepenuhnya
mengerti arti lagu-lagu itu, tetapi sebagai bahasa yang
universal, kita bisa menikmati mereka dengan baik. Musik Jepang
membantu kita lebih mengerti tentang orang Jepang dan kebudayaan
mereka.
Read
the English version:
JMELO- The Window to Japanese Music |