|


|
Hubungan Antara Diabetes dan Gula Darah
oleh
Charles Roring
Hal
terpenting yang pasien diabetes harus belajar untuk kendalikan
adalah gula darah mereka. Makanan terdiri dari protein,
karbohidrat, lemak, dan juga serat. Kita semua harus
menggabungkan elemen-elemen ini dalam perbandingan yang cocok
dengan tubuh kita. Setiap orang memiliki perbandingan makanannya
sendiri-sendiri. Lain kali, jika kita ingin memakan sesuatu,
kita bisa mulai membuat perubahan-perubahan terhadap
perbandingan asupan makanan kita. Satu atau dua jam setelah
makan, kita bisa mengukur kadar gula darah kita. Pastikan bahwa
kadarnya berada dalam kisaran yang diizinkan. Jika kadar gulanya
selalu di atas 200 mg/dl, itu berarti kita telah menderita
diabetes.
Glukosa selalu ada di dalam darah kita. Tubuh kita
membutuhkannya sebagai bahan bakar untuk berfungsi dengan baik.
Glukosa adalah bentuk gula sederhana. Dia diturunkan dari
makanan yang kita santap setiap hari. Ketika makanan mencapai
perut, maka ia akan dicerna dan diproses. Karbohidrat, protein,
dan lemak dari makanan kita diproses oleh sistem pencernaan kita
untuk membangkitkan energi. Kelebihan energi diubah menjadi
lemak. Glukosa dapat dengan mudah diperoleh dari karbohidrat.
Makanan yang dikategorikan sebagai sumber karbohidrat adalah
roti, nasi, bijih-bijihan, pasta dan buah. Beberapa makanan
seperti gula aren, dan gula refined dikelompokkan sebagai
karbohidrat sederhana sedangkan lainnya seperti bijih-bijihan
dan umbi-umbian dikelompokkan sebagai karbohidrat kompleks.
Makanan seperti madu, beras putih, roti Perancis melepaskan
energi dengan cepat. Mereka memiliki nilai glikemik yang tinggi.
Jika kita berencana untuk bekerja keras di siang hari, kita akan
membutuhkan makanan seperti itu untuk menyuplai kita dengan
energi yang cukup sehingga kita tidak akan menjadi lemah selama
atau sesudah bekerja. Namun, jika apa yang kita lakukan adalah
mengetik dan menyusun file, kita hendaknya memilih makanan yang
mengandung nilai glikemik rendah seperti oats, beras basmati dan
wortel mentah.
Ketika
kita menyantap makanan yang nilai glikemiknya tinggi tetapi
tidak bekerja keras, kelebihan jumlah gula yang dilepaskan akan
di simpan tubuh kita. Untuk melakukan hal ini kita memerlukan
insulin. Hormon ini diproduksi oleh pankreas. Insulin
mempertahankan kadar gula darah kita pada tingkat yang dapat
diterima. Jika kita selalu menyantap makanan berglikemik tinggi,
kita membutuhkan lebih banyak insulin. Semakin banyak insulin
juga diperlukan jika kita sering minum alkohol. Menyantap
makanan yang cepat melepaskan energi seperti sereal, secangkir
kopi atau jus apel akan menyebabkan gula darah kita naik dengan
cepat. Ini akan memicu pelepasan insulin.
Pankreas bisa kelelahan. Kegagalan sel-sel yang menghasilkan
insulin di islets of Langerhans dari pankreas akan mengakibatkan
diabetes. Untuk menghindari penyakit ini, kita perlu
menyeimbangkan makanan kita sehingga makanan tersebut tidak akan
selalu memberikan tekanan pada pankreas. Makanan kita seharusnya
merupakan kombinasi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks,
serat dan sejumlah protein. Translated from
The Relation Between
Diabetes and Blood Sugar
Lihat juga:
Vitamin D dan
Makanan;
Diabetes
Tipe 1 dan Tipe 2;
Diabetes dan gaya hidup santai
Amazon Store
|