|
Pariwisata Alternatif
Pariwisata adalah salah satu industri terbesar di seluruh dunia.
Orang-orang dari berbagai penjuru dunia suka bepergian ke negara
lain. Mereka suka mengenal tempat, budaya dan masyarakat yang
baru.
Beberapa tahun belakangan ini, istilah pariwisata alternatif
sedang dibahas oleh orang-orang yang terlibat dalam industri
pariwisata.

Pariwisata alternative sering dihubungkan dengan istilah seperti
green travel atau sustainable tourism. Namun konsep pariwisata
alternative adalah berbeda dibandingkan kedua istilah yang
belakangan disebutkan.
Minggu lalu, ketika sedang menonton TV5 Asie, ada sebuah program
tentang pariwisata alternatif. Sebuah agen perjalanan menawarkan
paket tur ke sebuah desa di Suriname, Amerika Latin. Turis dari
Eropa, kebanyakan Belanda, pergi ke sana dalam kelompok-kelompok
yang jumlahnya kurang dari dua puluh orang untuk menyaksikan
bagaimana penyu bertelur di tepi pantai. Menyaksikan penyu
bertelur merupakan suatu pengalaman yang menarik tetapi jika ada
banyak turis di sekeliling, penyu akan merasa tidak nyaman
dengan lingkungan sekitar mereka dan suatu hari mungkin tidak
akan mendarat di pantai itu lagi untuk bertelur.
Pejabat pemerintah, pada umumnya, suka mengundang banyak turis
ke daerah tertentu guna meningkatkan pendapatan dari pajak-pajak.
Namun jika sebuah daerah terlalu dibebani turis, masyarakat
setempat akan menghadapi apa yang kita sebut sebagai kejutan
budaya.
Meskipun pariwisata adalah bisnis yang sangat menguntungkan, ia
rentan terhadap gangguan misalnya penyakit (seperti flu burung,
flu H1N1, malaria), terorisme; atau konflik-konflik politik di
tingkat local. Oleh karena itu dalam pariwisata alternative,
kebiasaan dan gaya hidup masyarakat dibiarkan tidak berubah.
Pariwisata hanya dimaksudkan mendukung ekonomi local tetapi
tidak sepenuhnya menggantikan aktivitas-aktivitas ekonomi
sebelumnya.
Dalam program yang lain, TV5 juga menyiarkan bagaimana suku
Mentawai di Indonesia berburu babi hutan dan melakukan ritual
tarian alam guna menyembuhkan orang sakit. Mentawai adalah
masyarakat adat yang tinggal di Kepulauan Mentawai. Beerapa mil
dari Sumatra. Dalam program itu juga, TV5 menunjukkan bagaimana
masyarakat adat menebang pohon dan membuat sebuah perahu. Pesan
yang ingin disampaikan oleh program ini adalah ingin menunjukkan
bagaimana dekatnya masyarakat adat ini hidup dengan hutan tropis
yang sedang menghadapi ancaman penebangan yang tidak bertanggung
jawab dan konversi menjadi perkebunan mono-kultur kelapa sawit.
Penting bagi kita untuk peka dengan istilah seperti alternative
tourism, green travel, dan sustainable tourism sehingga kita
tidak akan terjerat oleh promosi agresif yang dilakukan para
operator perjalanan wisata yang tidak benar-benar mengerti arti
dan tujuan istilah-istilah seperti itu.
oleh
Charles Roring Terjemahan dari:
Alternative Tourism
Lihat juga:
|