|


|
Victoria's Secret - Di Balik
Bikini-bikini Seksi
Ketika
bekerja di toko pakaian ayahnya, Leslie Wexner mendesak ayahnya
untuk berkonsentrasi pada pakaian olahraga karena tingkat
penjualannya yang tinggi. Ayahnya menegaskan bahwa sebuah toko
memerlukan barang dagangan yang banyak keanekaragamannya,
termasuk pakaian resmi dan bisnis. Dengan marah Leslie
diberitahunya, "Kamu tidak akan pernah bisa menjadi seorang
pedagang." Jadi, di usia 26 tahun, Leslie Wexner mendirikan
The Limited - sekarang bernama Limited Brands. Dia
mulai di tahun 1963 dengan sebuah toko kecil setelah mendapat
pinjaman sebesar $ 5.000 dari bibinya.
Jelasnya, strategis fokus Wexner berhasil. Hari ini Limited
Brands mengoperasikan ribuan toko di Amerika Serikat, termasuk
Express, Lerner New York, The Limited, Structure, dan
Victoria's Secret. Tepatnya Wexner telah berhasil menjadi
seorang pedagang yang tangguh.
Sebagai seorang pedagang, Leslie Wexner adalah salah satu
eksekutif pengecer pertama yang mengerti pentingnya
mengembangkan jaringan supplier asing yang mampu membuat
barang-barang dengan biaya murah dan cepat. Hal ini memungkinkan
tokonya untuk dengan cepat menjawab trend fashion yang lagi
panas tanpa risiko-risiko yang berkaitan dengan inventori yang
besar.
Wexner juga dikenal karena kreatif dalam menempatkan toko-toko
ecerannya dengan menggunakan mode pakaian yang sesuai
perkembangan zaman, rancangan toko yang menawan, dan iklan yang
dahsyat. Contohnya, setelah sebuah akuisisi, cepat-cepat dia
menekankan pada fashion. Sebagai hasilnya, penjualan per toko
bertumbuh kira-kira 20 persen per tahun. Dia juga memiliki
penglihatan yang jauh ke depan terhadap reposisi Victoria's
Secret, yang lebih merupakan rantai enam toko yang kotor dan
jorok yang bermarkas di San Fransisco di kala Wexner membelinya.
Kini, Victoria's Secret adalah pemimpin dalam bidang
pakaian-pakaian dalam yang seksi (intimate apparel).
Diterjemahkan oleh
Charles Roring dari
Victoria's Secret - Strategic Planning in Retailing
Baca
juga:
|