|


|
Melawan Stroke dan Berpacu Dengan Waktu
Temuan-temuan
terkini menyebutkan bahwa dokter memiliki sedikit waktu untuk
merawat stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pada aliran
darah di otak.
Stroke adalah penyebab utama kematian dan kelumpuhan. Sebuah
stroke adalah hilangnya aliran darah di otak. Ada dua jenis:
Stroke ischemic yang terjadi ketika sebuah pembuluh darah di
otak tersumbat. Herrhagic, atau pendarahan, stroke terjadi
ketika pembuluh darah pecah.
Orang-orang kemungkinan mati akibat suatu stroke pendarahan.
Tetapi stroke ischemic lebih umum terjadi, dan dokter dapat
merawat mereka.
Suatu obat yang disebut tPA dapat menghancurkan
gumpalan-gumpalan darah. Tetapi traditional guidelines
mengatakan tidak boleh menggunakan tPA jika lebih dari tiga jam
telah berlalu setelah tanda-tanda stroke yang pertama.
Ada sebuah risiko bahwa memberi seorang pasien thinner darah
yang kuat selama sebuah stroke dapat menyebabkan pendarahan di
dalam otak. Semakin lama menunggu, para ahli berkata, semakin
risiko perawatan lebih besar daripada manfaat-manfaatnya.
Tetapi temuan-temuan terkini menyebutkan bahwa tPA mungkin
efektif dalam menyelamatkan jaringan otak sekalipun tiga sampai
empat setengah jam telah berlalu.
Sejumlah penelitian telah gagal menghasilkan bukti yang jelas
untuk mendukung pengobatan setelah tiga jam. Namun para ahli
melaporkan bahwa bukti lebih kuat ketika mereka menggabungkan
hasil-hasil empat penelitian besar yang sejauh ini telah
dilaksanakan. Temuan-temuan baru itu dipaparkan pada jurnal
Stroke.
Para peneliti berkata tPA memperbaiki peluang hasil yang
berhasil sebesar tiga puluh satu persen dan menghasilkan tidak
ada perubahan pada angka kematian.
Maarten Lansberg di Standford University medical school di
California bekerja dengan para ilmuan dari Belgia dan Jerman.
Salah satu dari mereka bekerja untuk sebuah perusahaan yang
membuat tPA untuk digunakan di Eropa. Institut Kesehatan
Nasional Amerika Serikat membiayai penelitian itu.
Jika anda mengira seseorang sedang menderita stroke, anda
seharusnya mencari bantuan segera. Tanda-tanda peringatan
biasanya hilang tiba-tiba. Ini termasuk kesulitan berjalan,
kelemahan biasanya pada satu sisi tubuh, sulit melihat dan sulit
berbicara.
Tapi orang-orang yang kelihatannya sehat dapat menderita stroke
tanpa mengetahuinya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam (jurnal)
Stroke tahun lalu melibatkan dua ribu orang dengan usia
rata-rata enam puluh dua. Pencitraan otak menunjukkan bahwa
hampir 11 persen dari mereka menderita apa yang dikenal sebagai
stroke diam (silent stroke).
Para peneliti melaporkan sebuah hubungan antara silent strokes
dan suatu kondisi yang disebut atrial fibrillation. Ini
merupakan penyebab umum detak jantung yang tidak normal
(abnormal heartbeat) pada orang-orang tua. Faktor-faktor risiko
lain untuk silent stroke adalah tekanan darah tinggi, penyakit
jantung, diabetes dan penggunaan tembakau.
Untuk berita kesehatan lainnya, kunjungi voaspecialenglish.com.
Saya Steve Ember. Diterjemahkan oleh Charles Roring dari:
Battling a Stroke
Transkrip siaran radio: 11 Agustus 2009. Ini adalah VOA Special
English Health report..
Baca
juga:
|