|
Penelitian
Menghubungkan Aspirin Dengan Orang yang Dapat Bertahan Hidup dari Kanker Usus
Buntu
Study Links Aspirin to Colon Cancer
Survival
|
 |
|
Kotak-kotak aspirin di sebuah
toko obat di Chicago |
Para peneliti menemukan bahwa
sejumlah pasien yang memakai aspirin memiliki kecenderungan hidup lebih lama
dari pada mereka yang tidak.
Orang-orang sejak zaman dahulu telah
memakai obat yang mirip aspirin untuk melawan nyeri dan mengurangi suhu badan
yang tinggi.
Penelitian modern telah menemukan
manfaat aspirin yang lain. Obat itu dapat membantu darah mengalir melewati suatu
sumbatan di dalam sebuah artery. Sumbatan-sumbatan dapat menyebabkan serangan
jantung atau stroke. Sebagai hasilnya, pasien yang berisiko penyumbatan mungkin
disarankan oleh dokter mereka guna meminum aspirin kadar rendah setiap hari.
Dan penelitian terus berlanjut.
Sebuah studi yang baru telah menunjukkan bagaimana aspirin dapat memperbaiki
daya tahan hidup pada pasien kanker colon.
Studi itu melibatkan kira-kira seribu
tiga ratus pasien dengan colorectal cancer. Kanker itu belum menyebar ke bagian
tubuh yang lain. Penelitian ini membandingkan pasien-pasien yang meminum tiga
ratus dua puluh-lima milligram aspirin sedikitnya dua kali seminggu dengan
mereka yang tidak menggunakan aspirin.
Studi itu menemukan bahwa pemakai
aspirin memiliki risiko kematian yang lebih rendah hampir tiga puluh persen
akibat kanker mereka. Itu selama rata-rata sebelas tahun setelah kanker
ditemukan.
Andrew Chan dari Sekolah Medis
Harvard and Rumah Sakit Umum Massachusetts memimpin studi itu. Doktor Chan
berkata efek-efek nampak kuat khususnya di antara pasien dengan tumor yang
menghasilkan suatu enzim yang disebut COX-2. Dua pertiga dari colorectal cancers
menghasilkan bahan kimiawi itu. Doktor Chan berpendapat bahwa aspirin
bekerja menghambatnya.
Studi itu muncul minggu lalu di
the Journal of the American Medical Association. Ini adalah suatu penelitian
observational. Dalam studi yang dikontrol, beberapa pasien telah meminum
aspirin. Yang lain telah menerima sebuah placebo - pill gula - untuk
perbandingan.
Tahun lalu, Doktor Chan melaporkan
bahwa sebuah studi jangka panjang dari hampir lima puluh ribu orang menunjukkan
bahwa aspirin dapat membantu mencegah colon cancer. Tetapi efek tersebut
membutuhkan sedikitnya enam tahun pemakaian secara teratur. Dan pengurangan
risiko yang terbesar adalah pada mereka yang meminum lebih dari empat belas
aspirin per minggu.
Tetapi para peneliti memperingatkan
bahwa bahaya jumlah aspirin yang begitu besar harus dipertimbangkan secara
hati-hati.
Aspirin adalah sejenis obat
nonsteroidal anti-inflammatory, atau NSAID. Studi yang lebih awal menemukan
pengurangan-pengurangan yang dapat dibandingkan dengan pemakaian NSAID yang
lain, tetapi tidak terhadap penggunaan acetaminophen.
Semua obat-obat ini memiliki
kegunaannya sendiri tetapi juga ada risiko-risiko. Aspirin dapat menyebabkan
pendarahan di perut, usus dan otak. Orang yang mungkin ingin mempertimbangkan
pemakaian aspirin sebagai tindakan pencegahan harus berbicara dengan seorang
dokter. diterjemahkan oleh Charles Roring
Baca juga:
Share |